Entri Populer

Selasa, 15 Februari 2011

Definisi, Sejarah, Tujuan Psikologi

oleh: Sri Wildaningsih
1. Deifnisi Psikologi dari beberapa ahli

1. Skinner (1958) memberikan definisi belajar “Learning is a process progressive behavior adaptation”. Dari definisi tersebut dapat dikemukakan bahwa belajar itu merupakan suatu proses adaptasi perilaku yang bersifat progresif. Ini berarti bahwa belajar akan mengarah pada keadaan yang lebih baik dari keadaan sebelumnya. Disamping itu belajar juga memebutuhkan proses yang berarti belajar membutuhkan waktu untuk mencapai suatu hasil.

2. McGeoch (1956) memberikan definisi belajar “learning is a change in performance as a result of practice. Ini berarti bahwa belajar membawa perubahan dalam performance, yang disebabkan oleh proses latihan.

3. Kimble memberikan definisi belajar “Learning is a relative permanent change in behavioral potentiality occur as a result of reinforced practice. Dalam definisi tersebut terlihat adanya sesuatu hal baru yaitu perubahan yang bersifat permanen, yang disebabkan oleh reinforcement ractice.

4. Horgen (1984) memberikan definisi mengenai belajar “learning can be defined as any relatively, permanent change in behavior which occurs as a result of practice or experience” suatu hal yang muncul dalam definisi ini adalah bahwa perilaku sebagai akibat belajar itu disebabkan karena latihan atau pengalaman.

http://www.masbow.com/2009/07/pendapat-para-ahli-psikologi-dalam.html

2. SEJARAH PERKEMBANGAN PSIKOLOGI

Untuk memahami isi dari psikologi pada umumnya kita harus memahami tentang sejarah perkembangan psikologi dimana pada akhirnya dilahirkan psikologi modern. Dibawah ini akan kami ulas sejarah perkembangan psikologi secara singkat, yang dipelopori oleh beberapa tokoh. Kita juga akan membahas tentang metode dan materi-materinya yang mempunyai pengaruh besar terhadap perkembangan psikologi.

1. ALIRAN ASOSIASIONISME

A. James Mill (1773-1836)

Sebenarnya pandangan Mill tidak jauh beda dengan pandangan John Locke tentang ide. Hanya disini Mill membedakan antara penginderaan (sensation) dan ide. Penginderaan adalah hasil kontak langsung alat indera manusia dengan rangsang-rangsang yang datang dari luar dirinya. Ide adalah semacam salinan atau copy dari penginderaan itu yang muncul dalam ingatan seseorang. Ia beranggapan sulit untuk memisahkan penginderaan dari ide, karena penginderaanlah yang menimbulkan ide dan ide tak mungkin ada tanpa seseorang mengalami penginderaan terlebih dahulu.

Sejarah Perkembangan Psikologi

Kemudian Mill berpendapat bahwa ide-ide dapat dihubungkan satu dengan yang lainnya misalnya meja dan kursi. Mekanisme yang menghubungkan satu ide dengan yang lainnya disebut asosiasi.

Kuat lemahnya asosiasi ditetapkan oleh tiga kriteria:

1. Ketetapan (permanency) : Asosiasi yang kuat adalah asosiasi yang permanen, artinya selalu ada kapan saja.

2. Kepastian (certainty) : Suatu asosiasi adalah kuat kalau orang yang berasosiasi itu benar-benar yakin akan kebenaran asosiasinya itu.

3. Fasilitas (facility) : Suatu asosiasi akan kuat kalau lingkungan sekitar cukup banyak prasarana atau fasilitas.

B. John Stuart Mill (1806-1873)

Sebagaimana ayahnya, J.S. Mill memulai ajarannya dari penginderaan dan ide (sensation dan idea).

2. USAHA MENERANGKAN PSIKOLOGI SECARA ILMIAH SEMU

A.Phrenology

FranzJo seph Gall (1758-1828) Beliau percaya bahwa jiwa terbagi-bagi dalam 42 bagian atau fakultas diwakili di tempat-tempat tertentu di otak. Atas dasar itu ia membagi-bagi tengkorak kepala ke dalam 42 lokasi dan tiap-tiap lokasi diwakili satu fakultas kejiwaan dan dari ini semua kita akan tahu obyek Gall yaitu bahwa kita dapat mengenal watak manusia dari meraba bentuk tengkoraknya yang disebut kraniognomi tapi lebih dikenal dengan sebutan phrenology. Yaitu istilah yang dikemukakan salah satu penganut Gall di Jerman yang bernama Johann Cristian Spurzheim (1776-1832) Spurzheim bersama George Combe (1778-1858) yang giat mempropagandakan ilmu semu keliling dunia termasuk ke Amerika. Sedangkan metode yang dipakai Gall untuk mengetahui semua itu adalah dengan penelitian-penelitian.
B.Physiognomy

Cesare Lombr ossed (1836-1906) Ia percaya bahwa sifat-sifat orang sudah terberi sejak lahir dan tidak akan berubah-ubah lagi dalam hidupnya. Karena itu dengan mempelajari bentuk wajah ia menyatakan bahwa ia dapat mengetahui mana orang jahat dan mana yang bukan.
C. Mesmerisme

Franz Anton Mesmer (1734-1815) Beliau mengajukan sebuah teori yaitu “theory of animal magnetism” atau “currative power of magnetic iron” yang menyebutkan bahwa dalam diri seseorang bisa terdapat cairan-cairan tertentu yang mempunyai daya magnet yang dapat menyembuhkan orang sakit.

Mesmerisme diberi nama hipnotisme oleh James Braid (1795-1860). Hipnotisme ini kelak melalui Jean Martin Charcot (1825-1893) diajarkan kepada Sigmund Freud (1856-1939) kemudian berkembang menj aditeori “psikoanalisa”.

3.PSIKOLOGI SEBAGAI BAGIAN DARI ILMU FAAL

A. Marshal Hall (1790-1857)

Pandangan Hall banyak persamaannya dengan Johannes Peter Miller yang membedakannya yaitu kalau Hall menyatakan bahwa reflek hanya terkandung pada syaraf tulang punggung(spinal cord)dan tidak dipengarui oleh otak. Sedangkan Miller berpendapat bahwa ada sebagian dari reflek yang dipengaruhi pula oleh otak. Penelitian hal ini atas dasar eksperimennya
B. G. Fritsch dan E.Hitzig

Mengadakan penelitian bersama dan menemukan bahwa: ”Cortex cerebri” (kulit otak) terdapat pembagian wilayah. Dua wilayah itu adalah “gyrus centralis posterior” yang merupakan area motoris.

C. Sir Francis Galton (1822-1911)

Dalam psikologi studinya meliputi penginderaan, ingatan, asosiasi, imajinasi, kemampuan dan bakat-bakat. Ia menciptakan alat psiko-test didasarkan pada pengukuran penginderaan. Ia beranggapan antara orang-orang yang pandai dan orang-orang yang bodoh terdapat perbedaan dalam daya penginderaannya.

D. Emil Kraepelin (1856-1926)

Ia menjadi terkenal terutama karena penggolongannya mengenai penyakit kejiwaan yang disebut psikosis. Dan terlepas persahabatannya dengan Wundt, Kraepelin berpendapat bahwa etiologi (penyebab) penyakit kejiwaan tidaklah terletak pada jiwa seseorang, melainkan disebabkan oleh faktor pertumbuhannya seperti kelainan di otak ataupun faktor-faktor bawaan. Ia juga adalah orang pertama yang mempelajari secara eksperimental pengaruh-pengaruh obat-obatan , alkohol, nikotin, dan lain-lainnya terhadap tingkah laku manusia.

Di zaman Yunani Kuno para ahli falsafat mencoba mempelajari jiwa, seperti Plato menyebut jiwa sebagai ide, Aristoteles menyebut jiwa sebagai fungsi mengingat. Pada abad 17 filsuf Perancis Rene Descartes berpendapat bahwa jiwa adalah akal .atau kesadaran, sedangkan John Locke (dari Inggris) beranggapan bahwa jiwa adalah kumpulan idea yang disatukan melalui asosiasi. Sedangkan ilmuwan lain pada abad 18 mengaitkan jiwa dengan ilmu pengetahuan (faal), mereka berpendapat dengan jiwa yang dikaitkan dengan proses sensoris/motoris, yaitu pemrosesan rangsangan yang diterima oleh syaraf-syaraf indera (sensoris) di otak sampai terjadinya reaksi berupa gerak otot-otot (motorik).

Sumber Buku Psikologi Perpustakaan Karya Toha Nursalam

http://essadaddy.blogspot.com/2009/08/sejarah-perkembangan-psikologi.html

3. Tujuan mempelajari psikologi

TUJUAN MEMPELAJARI PSIKOLOGI



Pada garis besarnya orang mempelajari ilmu jiwa adalah untuk menjadikan manusia supaya hidupnya baik,bahagia dan sempurna. Test Binet kemudian disempurnakan lebih lanjut oleh ahli-ahli lain antara lain oelh Stern,Terman Merril dan sebagainya.

Salah satu revisi yang terkenal ialah dari Terman untuk dipakai di Amerika yang terkenal dengan “standford Revision” dan sering disebut test inteligensi Stanford - Binet. Dan masih banyak test - test yang lain, misalnya test Rorschach, test Kreeplin, test T.A.T.

Test dapat dibedakan atas bermacam - macam jenis yaitu:

1. Menurut banyaknya orang yang di-test, test dapat dibedakan atas:
Test perorangan (individual), yaitu test yang diberikan secara perorangan.
Test kelompok, yaitu merupakan test yang diberikan secara kelompok.

2. Berdasarkan atas peristiwa - peristiwa kejiwaan yang diselidiki, maka test dapat dibedakan atas :
Test pengamatan

Dari uraian diatas dapat kita kesimpulan, bahwa manfaat dan tujuan mempelajari ilmu jiwa adalah:
Untuk memperoleh faham tentang gejala - gejala jiwa dan pengertian yang lebih sempurna tentang tingkah laku sesama manusia pada umumnya dan anak - anak p[ada khususnya.
Untuk mengetahui perbuatan - perbuatan jiwa serta kemampuan jiwa sebagai sarana untuk mengenal tingkah laku manusia atau anak.
Untuk mengetahui penyelenggaraan pendidikan dengan baik.

Psikologi Awal

Pendiri psikologi moden bermula di Eropah dengan Wilhelm Wundt yang pertama menubuhkan makmal psikologi. Tumpuan psikologi awal ialah mengkaji aspek-aspek sensasi (sensation), persepsi (perception) dan tumpuan. (attention). Hermann Ebbinghaus, seorang Jerman, merupakan ahli psikologi yang pertama mengkaji pembelajaran secara saintifik. Pada tahun 1879, dia menggunakan dirinya sendiri sebagai subjek dalam eksperimen yang mengkaji pembelajaran dan ingatan.

Sumber Abu Ahmadi, H.Drs., Psikologi Umum, penerbit RINEKA CIPTA,2003.

http://www.homestead.com/peoplelearn/psychlearncontent1.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar