Entri Populer

Selasa, 15 Februari 2011

Definisi, Sejarah, Manfaat Psikologi


Oleh: Siti Nurida
1.      Psikologi  berasal dari bahasa Yunani “ Psyche” yang artinya  jiwa, dan “Logos yang artinya ilmu pengetahuan.Secara etimologi  Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang jiwa, baik mengenai  macam-macam gejalanya, prosesnya, maupun latar belakangnya.
 Pengertian Psikologi menurut para ahli :
*      Sartain  :”Psychology  is the scientific study of the behavior  of living organism, with especial attention  given to human behavior”  (Psikologi adalah ilmu yang mempelajari  tingkah laku organisme yang hidup, terutama  tingkah laku manusia).
*      Richard Mayer  : “Psikologi merupakan analisi mengenai proses mental  dan struktur  daya ingat untuk memahami manusia”.
*      George A. Miller  :”Psychology is the science  that attempts to describe, predict and control mental  and behavioral events” ( Psikologi adalah ilmu yang berusaha menguraikan , meramalkan, dan mengendalikan peristiwa mental dan tingkah laku).
*      Chaplin :” Psychology is the science of human and animal behavior, the study of organism in all its variety and complexity as it respond  to the flux and flow of the physical and social events wich make up the environment” (Psikologi adalah ilmu pengetahuan mengenai perilaku  manusia dan hewan, juga penyelidikan terhadap organisme dalam segala ragam dan kerumitannya  ketika mereaksi arus dan perubahan alam sekitar  dan peristiwa-peristiwa kemasyarakatan yang mengubah lingkungan).
*      Dr. Singgih Dirgagunursa : “Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia”.
*      Plato dan Aristoteles : “Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang  hakikat  jiwa serta  prosesnya sampai akhir”.
*      Ernest  Hilgert : “ Psychology may be defined  as the science that studies the behavior  of men and other  animal, etc”. (Psikologi  adalah ilmu yang mempelajari  tingkah laku manusia  dan hewan lainnya.
*      Henry Gleitmen : “Psikologi sebagai ilmu pengetahuan yang berusaha memahami perilaku  manusia , alasan, dan cara mereka melakukan sesuatu , dan juga memahami  bagaimana makhluk tersebut berpikir dan berperasaan”.
*      John Broadus Watson : “ Psikologi  sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari  tingkah laku tampak (lahiriah) dengan menggunakan metode   yang objektif  terhadap rangsangan dan jawaban (respons)”.
*      Wilhelm  Wundt : “Psikologi merupakan  ilmu pengetahuan yang mempelajari  pengalaman- pengalaman  yang  timbul dalam diri manusia , seperti  perasaan panca indra, pikiran, merasa(feeling) dn kehendak”.
*      Crow& Crow : “Psychology  is the study of human behavior and human relationship”(Psikologi ialah tingkah laku manusia , yakni interaksi manusia  dengan  dunia sekitarnya , baik berupa  manusia lain ( human relationship ) maupun bukan manusia  : hewan, iklim, kebudayaan dan sebagainya.
*      Robert  S.  Woodworth & Marquis : “ Psychology  is the study of humen behavior and human relationship.” (Pisikologi adalah suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari  aktivitas atau tingkah laku individu dalam hubungan dengan alam sekitarnya)
*      Paul Mussen dan Mark R.Rosenzwieg :” Pisikologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari mind (pikiran), namun dalam perkembangannya, kata mind berubah menjadi beahavion (tingkahlaku) ,sehingga pisikologi didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari tingkahlaku manusia” . 
*      Knight dan Knight : “Psychology may be defined as the systematic study of experience and behavior human and animal , normal and abnormal ,individual and social.”
2.      Sejarah Psikologi
Psikologi adalah ilmu yang meneliti tentang kejiwaan seseorang dan awalnya merupakan bagian dari ilmu- ilmu yang lain, namun sesuai berjalannya waktu dan sebuah proses, psikologi itu sendiri telah menjadi sebuah disiplin ilmu, ilmiah dan tentunya telah melewati berbagai eksperimen yang berhubungan didalamya. Semua itu tidak lepas dari sejarah dan perkembangan psikologi sehingga menjadi sebuah disiplin ilmu. Secara Historis ilmu yang tertua adalah ilmu filsafat dan merupakan satu-satunya ilmu pada waktu itu. Seiring berjalannya waktu, filsafat  itu sendiri kurang dapat memahami kebutuhan manusia. Hal- hal yang berhubungan dengan kehidupan tidak cukup hanya diterangkan dengan filsafat. Maka ilmu pengetahuan alam memisahkan diri dari filsafat, menjadi sebuah disiplin ilmu tanpa mengadopsi dari ilmu lain. Karena ilmu pengetahuan alam membutuhkan hal- hal yang objektif, bersifat positif yang tidak dapat dicapai dengan ilmu filsafat. Begitupun psikologi, yang awalnya merupakan gabungan dari ilmu filsafat, karena psikologi bersifat ilmiah,dank arena meneliti tentang kejiwaan seseorang, tentu tidak cukup dangan menggunakan ilmu filsafat saja, sehingga ingin menjadi sebuah disiplin ilmu,tanpa mengadopsi dari ilmu lain; ingin berdiri sendiri menjadi sebuah ilmu. Dengan ilmiah, psikologi telah melakukan berbagai eksperimen untuk menjadikan sebuah disiplin ilmu, sehingga ada seorang ahli yang pertama mendirikan sebuah laboratorium psikologi  pada tahun 1897 untuk menyelidiki peristiwa- peristiwa kejiwaan serta eksperimental, ia adalah Wilhem Wundt. Kemudian berdatanganlah para ilmuwan lainnya melakukan penyelidikan. Maka berubahlah psikologi yang tadinya bersifat filosofis menjadi psikologi  yang bersifat empirik, mendasarkan atas hal- hal yang objektif dan positif, sehingga psikologi telah berkembang dan menjadi sebuah disiplin ilmu.
Psikologi sebagai suatu ilmu, tidak lepas dari perkembangan psikologi itu sendiri, serta ilmu- ilmu yang lain. Adapun perkembangan psikologi sampai menjadi sebuah ilmu telah melalui beberapa tahap, diantaranya:

1.      Psikologi dipengaruhi oleh filsafat
Para ahli psikologi dahulu adalah juga ahli filsafat, bahkan pada zaman Aristoteles dan Plato, psikologi masih menyatu dengan filsafat sebagai induk segala ilmu.
Pengaruh filsafat terhadap psikologi Berlangsung sejak Zaman Baru (1800 M).
a.       Psikologi Plato
Plato mengnggap bahwa manusia memiliki tiga kekuatan rohaniah yaitu Kekuatan pikiran yang berada di kepala, kemauan yang berada di dada dan keinginan yang berada di perut.
b.      Psikologi Aristoteles
Berpandangan bahwa makhluk berjiwa di alam ini adalah tumbuhan,hewan dan manusia yang masing- masing memilki jiwa yang berurutan rendah tingginya.Dia membagi fungsi jiwa manusia menjadi dua, yaitu berpikir dan berkehendak.
c.       Psikologi Abad Tengah
Psikologi mulai dipikirkan secara deduktif, dengan ditokohi oleh Thomas Aquino dengan teorinya bahwa badan dan jiwa merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.
d.      Empirisme
Pengetahuan hanya dapat dicapai dengan pengamatan dan pengalaman.
2.      Psikologi dipengaruhi oleh Ilmu Pengetahuan Alam
Perkembangan psikologi berangsur- angsur melepaskan diri dari corak pemikiran filsafat dan mengalami perkembangan yang pesat. Pesatnya perkembangan ditandai  dengan menonjolnya pengaruh ilmu pengetahuan alam terhadap psikologi sebelum abad ke-20.
3.      Psikologi Mulai Berdiri Sendiri
Seorang ahli, Wilhelm Wundt berusaha melepaskan psikologi dari filsafat dan ilmun pengetahuan alam. Ia melakukan penyelidikan- penyelidikan tentang kejiwaan seseorang dengan  mendirikan laboratorium psikologi. Metode yang digunkan oleh Wundt dalam mempelajari jiwa, bukan bersifat subjektif dan spekulatif  saja, melainkkan juga yang bersifat empiris dan objektif.
      Pada masa inilah Psikologi lahir sebagai ilmu yang mandiri, bukan gabungan dari ilmu- ilmu lainnya; Psikologi lahir sebagai disiplin Ilmu. Setelah Psikologi menjadi sebuah ilmu pengetahuan, muncul berbagai aliran- aliran psikologi baik dalam metodenya sendiri, dalam penyelidikan maupun dalam pembuktian penyelidkan dan melahirkan pandangan psikologi yang memiliki corak khusus.

3.      Manfaat Mempelajari Psikologi
Banya manfaat yang kita ambil dalam mempelajari psikologi. Karena Psikologi merupakan ilmu jiwa, dan jelas itu subjeknya adalah manusia. Kita dapat mengetahui tentang kejiwaan seseorang yang digeluti dengan berbagai perasaan yang akan mempengaruhi kepribadian seseorang dan terhadap lingkungannya.Kita dapat mengerti dan tahu apa yang menyebabkan seseorang memiliki suatu kepribadian tertentu, apa yang menyebabkan kepribadian atau perilaku seseorang seperti itu. Karena fungsi psikologi itu sendiri adalah untuk mendeskripsikan dan mengelompokan gejala- gejala dalam psikologi seperti kognisi, motif(perilaku yang berkaitan dengan pencapaian tujuan), Emosi(reaksi spontan terhadap adanya rangsangan), Social adalah yang berkaitan dengan hubungan kemanusiaan, Moral dan Estetika(kecenderungan untuk melakukan kerapian dan keindahan) dan agama.
Pada dasarnya mempelajari psikologi/ ilmu jiwa adalah untuk menjadikan manusia supaya hidupnya baik, bahagia dan sempurna.Jadi manfaat mempelajari psikologi diantaranya:
1.      Untuk memperoleh pemahaman  gejala- gejala jiwa dan pengertian yang lebih sempurna tentang tingkah laku sesama manusia pada  umumnya dan anak-anak khususnya.
2.      Untuk mengetahui perbuatan- perbuatan jiwa serta kemampuan jiwa  sebagai sarana untuk mengenal tingkah laku manusia.
3.      Untuk mengetahui penyelenggaraan pendidikan dengan baik.
4.      Untuk mengetahui perilaku manusia sebagai upaya menyesuaikan diri dan berhubungan dengan orang lain, sehingga memudahkan memahami mengapa  mereka berpikir, berperasaan dan berbuat menurut cara mereka sendiri.
5.      Dalam rangka mengatasi permasalahan social, psikologi dapat mengurai pangkal masalah, setidaknya mengurangi problem social.
6.      Kita bias peka terhadap perasaan orang lain.

SUMBER  BACAAN
1.     Ahmadi, Abu.2009. Psikologi Umum. Jakarta:Rineka Cipta.
5.     http://hamimthoharimadji.blogspot.com/2010/06/manfaat-mempelajari-psikologi.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar