Entri Populer

Selasa, 15 Februari 2011

DEFINISI PSIKOLOG MENURUT BEBERAPA AHLI

Oleh: Risma Suryani
A.    DEFINISI PSIKOLOG MENURUT BEBERAPA AHLI
1.   Dr. Singgih Dirgagunarsa
Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia.
2.   Plato dan Aristoteles
Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang hakikat jiwa serta prosesnya sampai akhir.
3.   John Broadus Watson
Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku tampak ( lahiriah ) dengan menggunakan metode observasi yang objektif terhadap rangsangan dan jawaban ( respon ).
4.   Wilhelm Wundt
Psikologi merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari pengalaman-pengalaman yang timbul dalam diri manusia seperti perasaan panca indra, pikiran, merasa ( feeling ) dan kehendak.
5.   Woodworth dan Marquis
Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari aktivitas individu sejak dari dalam kandungan sampai meninggal dunia dalam hubungannya dengan alam sekitar.
6.   Knight and Knight
Psikologi adalah ilmu yang  mempelajari secara sistematis tentang pengalaman dan tingkah laku manusia dan hewan, normal dan abnormal, individu atau social.
7.   Hilgert
Psikologi adalah  mempelajari tingkah laku manusia dan hewan lainnya.
8.   Clifford T Morgan
Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dan hewan.
9.   Garden Murphy
Psikologi adalah Ilmu yang mempelajari respon yang diberikan oleh mahluk hidup terhadap lingkungannya.
10.  Rene Descartes
Psikologi adalah ilmu tentang kesadaran.
11.  George Berkeley
Psikologi adalah ilmu tentang penginderaan (persepsi).


B.     SEJARAH PERKEMBANGAN PSIKOLOG
Sebelum tahun 1879, jiwa dipelajari oleh para ahli filsafat dan para ahli ilmu fasal ( phisiologi ), sehingga psikologi dianggap sebagai bagian dari kedua ilmu tersebut. Para ahli ilmu filsafat kuno seperti Plato (427-347 SM), Aristoteles (384-322 SM) dan Socrates (469-399 SM) telah memikirkan hakikat jiwa dan gejala-gejalanya. Filsafat sebagai induk ilmu pengetahuan adalah ilmu yang mencari hakikat sesuatu dengan menciptakan pertanyaan dan jawaban serta terus menerus sehingga mencapai pengertian yang hakiki tentang sesuatu. Psikologi benar-benar masih merupakan bagian dari filsafat dalam arti semurni-murninya.
Pada abad pertengahan, psikologi masih merupakan bagian dari filsafat sehingga objeknya tetap hakikat jiwa dan metodenya masih menggunakan argumentsi logika. Tokoh-tokohnya antara lain : Rene Descartes (1596-1650) yang terkenal dengan teori tentang kesadaran, Gottfried Wilhelm Leibniz (1646-1716) yang mengutarakan teori kesejahteraan psikofhisik (psyehophysical parallelism), John Locke (1623-1704) dengan teori tabula rasa mengemukakan, bahwa jiwa anak yang baru lahir masih bersih seperti papan lilin atau kertas putih yang belum ditulisi. Pada masa sebelumnya masalah kejiwaan dibahas pula oleh para ulama islam seperti Imam Al-Gazali (wafat 505 H), Imam fachrudin Ar-Raazi (wafat 606 H), Al Junaid Bagdadi (wafat 298 H), Al’Asyari (wafat 324 H). pembahasan masalah psikologi merupakan bagian dari ilmu usuluddin dan ilmu tasawwuf.
Dalam abad ke 17 sampai abad 19, psikologi dipengaruhi oleh ilmu alam. Mereka menyelidiki dan menguraikan proses dan pernyataan psikis menurut ketentuan dan hokum alam yaitu hokum sebab akibat ( kasual ). Gejala psikis adalah akibat perangsangan dari luar serta perubahan otak dan syaraf.
Kemudian pada tahun 1832-1920 datanglah Wundt yang berpendapat bahwa aku atau pribadi manusia adalah aktif, dapat mempengaruhi proses pernyataan jiwa serta member corak kepadanya. Kalau paham asosiasi menyatakan bahwa totalitet sama saja dengan jumlah unsur yang lepas, maka paham appersepsi menyatakan bahwa kompleks dan proses psikis adalah suatu totalitet yang lebih dari pada jumlah kumpulan unsur belaka.
Wundt disebut pelopor psikologi modern. Seperti psikologi gestalt, psikologi struktur dan sebagainya, paham dan eksperimennya sangat bermanfaat bagi perkembangan ilmu seterusnya, yaitu sejak tahun 1900 sampai sekarang.
Psikologi adalah ilmu yang masih muda, ia terpisah menjadi ilmu yang berdiri sendiri sejak 1879 pada waktu didirikannya laboratorium psikologi yang pertama oleh Wilhelm Wundt (1832-1920) di Leipzig Jerman.
Sejak zaman Yunani kuno, gejala-gejala psikologis banyak menarik perhatianpara sarjana. Ahli-ahli filsafat diantaranya Plato dan Aristoteles banyak sekali mengemukakan pikiran-pikiran mengenai gejala-gejala psikologis. Kemudian Descartes (1496-1650) dating dengan semboyan Cogito Ergo Sun (saya berpikir maka saya ada) dan sejak iru timbul aliran mementingkan kesadaran dalam psikologi. Setelah itu berbagai ilmu lainnya member pengaruhnya terhadap pertumbuhan psikologi, antara lain biologi, ilmu alam dan ilmu kimia. Sehingga lahirnya psikologi sebagai ilmu yang berdiri sendiri.


C.       TUJUAN MEMPELAJARI PSIKOLOG
1)      Untuk memperoleh pemahaman tentang gejala-gejala jiwa dan pengertian yang lebih sempurna tentang tingkah laku sesame manusia pada umumnya dan anak-anak pada khususnya.
2)      Untuk mengetahui perbuatan-perbuatan jiwa serta kemampuan jiwa sebagai saranauntuk mengenal tingkah  laku manusia atau anak.
3)      Untuk mengetahui penyelenggaraan pendidikan dengan baik.


SUMBER
Ahmadi Abu H. Drs. 2009. Psikologi Umum. Jakarta: Rineka Cipta.
Fauzi Ahmadi H. Drs. 1997. Psikoloi Umum. Bandung: Pusaka Setia
Sarwono Sarlito Wirawan. 2000. Pengantar Umum Psikologi. Jakarta: Bulan Bintang.

1 komentar: