Entri Populer

Selasa, 15 Februari 2011

Definisi, Sejarah dan Tujuan Psikologi

Oleh: Riza Oktavianti

Psikologi yang dalam istilah lama disebut ilmu jiwa itu berasal dari kata bahasa Inggris psychology. Kata psychology merupakan dua akar kata yang bersumber dari bahasa Greek (Yunani), yaitu : psyche yang berarti jiwa dan logos yang berarti ilmu. Jadi, secara harfiah psikologi memang berarti ilmu yang mempelajari jiwa, baik mengenai macam-macam gejalanya,prosesnya maupun latar belakangnya.
Kita harus dapat membedakan antara jiwa dengan nyawa. Nyawa adalah daya jasmaniah yang adanya tergantung pada jasmani dan menimbulkan perbuatan badaniah (organic behavior), yaitu perbuatan yan ditimbulkan karena adanya proses belajar. Seperti: instink. Sedangkan jiwa adalah daya hidup rohaniah yang bersifat abstrak, yang menjai penggerak dan pengatur bagi sekalian perbuatan-perbuatan pribadi (personal behavior) dari hewan tingkat tinggi dan manusia. Karena sifatnya yang abstrak maka kita tidak dapat mengetahui jiwa secara wajar, melainkan kita hanya dapat mengenal gejalanya saja. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahuinya.
Secara umum psikologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia. Atau ilmu yang mempelajari tentang gejala-gejala jiwa manusia.
Definisi psikologi menurut para ahli sebagai berikut :
Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia.
Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang hakikat jiwa serta prosesnya sampai akhir.
Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku tampak lahiriah dengan menggunakan metode observasi yang objektif terhadap rangsangan dan jawaban.
Pschycology is the study of human behavior and human relationship. (Psikologi ialah tingkah laku manusia, yakni interaksi manusia dengan dunia sekitarnya, baik berupa

              Plato (427 s/d 347 SM) menganggap manusia memiliki 3 kekuatan rohaniah yang disebut “Trichotom.” Kekuatan itu terdiri dari kekuatan pikiran yang berada di kepala, kemauan yang berada didada, dan keinginan yang berada di perut. Plato juga menyebutkan jiwa itu sebagai “Ide” atau cita-cita. Adalah pengertian yang mencakup kenyataan dari segala sesuatu, dan dapat dicapai hanya dengan pikiran. Dan ide tertinggi itu adalah Tuhan. Maka dari itu Plato dipandang sebagai ahli piker pertama yang beraliran idealism dan tokoh Trichotomi.
              Aristoteles (384 s.d 322 SM). murid Plato, memutuskan pandangan bahwa makhluk berjiwa di alam ini adalah tumbuh-tumbuhan, hewan, dan manusia. Ketiga makhluk tersebut masing-masing mempunyai jiwa, yang derajatnya tidak sama. Istilah dari ketiga jiwa tersebut adalah :
              Psikologi mulai dipikir secara deduktif. Tokohnya, diantaranya Thomas Aquino, yang berpendapat bahwa badan dan jiwa itu merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.
              Tokohnya adalah Descartes, dengan pandangannya yang terkenal “Cogito ergi sum” (saya berpikir, jadi saya ada). Objek psikologi ialah gejala-gejala kesadaran yang membagi tingkah laku menjadi dua bagian yaitu tingkah laku rasional dan mekanisme.
              Pengetahuan yang hanya dapat dicapai dengan pengamatan dan pengalaman. Tokoh-tokohnya Francis Bacon dan John Locke.

              Sejak awal abad ke-17,psikologi Asosiasi merupakan salah satu aliran psikologi yang dipengaruhi secara tidak langsung oleh ilmu pengetahuan alam (khususnya fisika). Metode ini, merupakan cara berpikir dalam ilmu pengetahuan alam, yang memandang alam ini terdiri atas unsur-unsur dan terjadi proses persenyawaan berdasarkan hukum-hukum tertentu.
              Psikologi ini hampir sama dengan psikologi asosiasi, karena dalam bentuk pendapat-pendapatnya masih bercorak asosiatif.

                    Wilhelm Wundt (1832-1920) seorang berkebangsaan Jerman, merupakan orang yang banyak disebut-sebut dalam literatur sebagai pelopor usaha melepaskan psikologi dari filsafat dan ilmu pengetahuan alam. Usaha nyatanya akhirnya membuahkan hasil dengan mendirikan “Laboratorium Psikologi” yang pertama pada tahun 1875 yang disahkan oleh Universitas Leipzig pada tahun 1886.

                    Sejak Psikologi berdiri sebagai ilmu pengetahuan (akhir abad ke-19), muncullah berbagai macam aliran psikologi. Dengan metodenya sendiri, baik dalam penyelidikan maupun dalam pembuktian hasil penyelidikannya, melahirkan pandangan psikologi yang memiliki corak khusus.
                    Lebih-lebih sejak awal abad ke-20 sampai sekarang, proses pembelahan psikologi dalam aliran-aliran yang semakin mengkhususkan diri berkembang dengan pesat.
                    Aliran-aliran psikologi yang muncul saat itu dan berkembang hingga kini dengan pengikutknya masing-masing disebutkan antara lain :
              Aliran ini berusaha menyelidiki proses kejiwan yang berada dalam alam bawah sadar manusia. Pendapatnya yang terkenal antara lain tentang factor-faktor yang mempengaruhi hidup manusia dan menentukan tingkah lakunya adalah nafsu pokok yang disebut libido sexual.

              Psikologi individual berusaha menyelidiki hidup kejiwaan manusia dari segi pribadi perseorangan menurut sumber pokok hidup kejiwaan. Munculnya aliran ini setelah Alfred Adler memisahkan diri dari Freud (gurunya) dan membentuk individual psikologi (1920).
              Aliran ini mempelajari jiwa manusia dari segi lapisan jiwa sadar dan lapisan tidak sadar. Tokohnya yang terkenal adalah Carl Gustaf Jung (1923), seorang Jerman ahli penyakit jiwa. Beliau terkenal dengan Typologi Kepribadian Individu, yaitu Introvert dan Extrovert.
              Aliran psikologi Neo-Freudianisme ini pada dasarnya mengakui teori yang dikemukakan oleh Freud tentang fungsi jiwa yang berlapis-lapis.

                    Psikologi ini menekankan analisisnya pada totalitas hidup kejiwaan manusia. Menurut pandangan psikologi aliran ini, manusia merupakan suatu keseluruhan atau kebulatan (gestal) dalam proses bekerja kejiwaannya. Pelopornya yang terkenal adalah Ch.V.Ehrenfels.

                    Psikologi yang menitikberatkan pandangannya pada tingkah laku lahiriah manusia dan hewan. Titik tolak pandangan mereka adalah kepastian jalan (proses) kerja ilmu pasti dan mesin, yang walaupun kaku, tetapi pasti dan benar. Atas kebenaran pemikiran semacam itu, mereka mengira bahwa seluruh persoalan dunia, termasuk jiwa dapat dimengerti dengan analisis semacam itu.

yang membagi tingkah laku menjadi dua bagian yaitu tingkah laku rasional dan mekanisme.
              Pengetahuan yang hanya dapat dicapai dengan pengamatan dan pengalaman. Tokoh-tokohnya Francis Bacon dan John Locke.

              Sejak awal abad ke-17,psikologi Asosiasi merupakan salah satu aliran psikologi yang dipengaruhi secara tidak langsung oleh ilmu pengetahuan alam (khususnya fisika). Metode ini, merupakan cara berpikir dalam ilmu pengetahuan alam, yang memandang alam ini terdiri atas unsur-unsur dan terjadi proses persenyawaan berdasarkan hukum-hukum tertentu.
              Psikologi ini hampir sama dengan psikologi asosiasi, karena dalam bentuk pendapat-pendapatnya masih bercorak asosiatif.

                    Wilhelm Wundt (1832-1920) seorang berkebangsaan Jerman, merupakan orang yang banyak disebut-sebut dalam literatur sebagai pelopor usaha melepaskan psikologi dari filsafat dan ilmu pengetahuan alam. Usaha nyatanya akhirnya membuahkan hasil dengan mendirikan “Laboratorium Psikologi” yang pertama pada tahun 1875 yang disahkan oleh Universitas Leipzig pada tahun 1886.

                    Sejak Psikologi berdiri sebagai ilmu pengetahuan (akhir abad ke-19), muncullah berbagai macam aliran psikologi. Dengan metodenya sendiri, baik dalam penyelidikan maupun dalam pembuktian hasil penyelidikannya, melahirkan pandangan psikologi yang memiliki corak khusus.
                    Lebih-lebih sejak awal abad ke-20 sampai sekarang, proses pembelahan psikologi dalam aliran-aliran yang semakin mengkhususkan diri berkembang dengan pesat.
                    Aliran-aliran psikologi yang muncul saat itu dan berkembang hingga kini dengan pengikutknya masing-masing disebutkan antara lain :
              Aliran ini berusaha menyelidiki proses kejiwan yang berada dalam alam bawah sadar manusia. Pendapatnya yang terkenal antara lain tentang factor-faktor yang mempengaruhi hidup manusia dan menentukan tingkah lakunya adalah nafsu pokok yang disebut libido sexual.

              Psikologi individual berusaha menyelidiki hidup kejiwaan manusia dari segi pribadi perseorangan menurut sumber pokok hidup kejiwaan. Munculnya aliran ini setelah Alfred Adler memisahkan diri dari Freud (gurunya) dan membentuk individual psikologi (1920).
              Aliran ini mempelajari jiwa manusia dari segi lapisan jiwa sadar dan lapisan tidak sadar. Tokohnya yang terkenal adalah Carl Gustaf Jung (1923), seorang Jerman ahli penyakit jiwa. Beliau terkenal dengan Typologi Kepribadian Individu, yaitu Introvert dan Extrovert.
              Aliran psikologi Neo-Freudianisme ini pada dasarnya mengakui teori yang dikemukakan oleh Freud tentang fungsi jiwa yang berlapis-lapis.

                    Psikologi ini menekankan analisisnya pada totalitas hidup kejiwaan manusia. Menurut pandangan psikologi aliran ini, manusia merupakan suatu keseluruhan atau kebulatan (gestal) dalam proses bekerja kejiwaannya. Pelopornya yang terkenal adalah Ch.V.Ehrenfels.

                    Psikologi yang menitikberatkan pandangannya pada tingkah laku lahiriah manusia dan hewan. Titik tolak pandangan mereka adalah kepastian jalan (proses) kerja ilmu pasti dan mesin, yang walaupun kaku, tetapi pasti dan benar. Atas kebenaran pemikiran semacam itu, mereka mengira bahwa seluruh persoalan dunia, termasuk jiwa dapat dimengerti dengan analisis semacam itu.

                    Menurut pandangan aliran ini, manusia dan hewan memiliki kemampuan reflex yang dapat dipengaruhi sedemikian rupa sehingga dapat digerakkan perbuatan-perbuatannya.



                      Garis besar tujuan orang mempelajari psikologi adalah untuk menjadikan hidup manusia lebih baik, bahagia dan sempurna. Karna, hanya dengan mempelajari hal ihwal manusia, kita bisa menghindari atau paling tidak meminimalisasikan suatu masalah antar manusia. Begitupula mempelajari psikologi ada beberapa manfaat yang kita ambil darinya. Berikut penjelasan tujuan dan kegunaan mempelajari psikologi.

Tujuan dan kegunaan mempelajari Psikologi adalah:



Sumber :

psikologi umum, Drs.Abu Ahmadi,Drs.M.Umar.M.a. PT. Bina Ilmu.
Psikologi umum. Drs.H.Abu Ahmadi. PT.Asdi Mahasatya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar